Langsung ke konten utama

Impian Umar bin Khattab : Akan Di Isi Apa Rumahnya?



Impian Umar
Jika anda melihat ada rumah kosong, kemudian anda diminta untuk bermimpi, apa impian anda tentang rumah itu.
Silakan jawab.......................................
Dan..
bandingkan dengan majlis mimpi Khalifah Umar bin Khattab suatu hari tentang sebuah rumah.
"Bermimpilah kalian..."Umar membuka majlis untuk orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Ada yg berkata: "Saya bermimpi rumah ini dipenuhi uang Dirham dan saya infakkan fi sabilillah."
Yang lain berkata: "Saya bermimpi rumah ini dipenuhi emas, kemudian aku infakkan fi sabilillah."
Umar: "Bermimpilah...!"
Ada lagi yg berkata: "Saya bermimpi rumah ini dipenuhi mutiara, zabarjad dan perhiasan, kemudian aku infakkan fi sabilillah dan aku sedekahkan."
Kemudian mereka berkata: "Kami tidak tahu bagaimana kami harus bermimpi wahai amirul mu'minin?"
Umar kemudian menyampaikan mimpinya:

"Adapun saya bermimpi rumah ini dipenuhi para kaum laki-laki sekualitas Abu Ubaidah bin Al Jarrah, Muadz bin Jabal, Salim maula Abu Hudzaifah dan Hudzaifah Al Yaman."

(Ini masalah kualitas seseorang. Karena kualitas seseorang bisa dilihat dari kualitas impiannya)
Ini masalah kesholehan seseorang. Karena hal ini bisa dilihat dari impian generasi terbaik di atas. Lihatlah, impian mereka berpusar pada kebaikan.
Ini masalah kesungguhan pada kepedulian terhadap umat. Semua impian tersebut tidak ada yang hanya memikirkan diri sendiri, karena memikirkan diri sendiri adalah pikiran orang kerdil.
Dan ini masalah prioritas kebesaran. Sebagian berpikir tentang pentingnya pendanaan umat sementara Khalifah cerdas nan adil berpikir maju ke depan tentang kader berkualitas
Dan..
Tahukan anda, sehebat apa empat nama yg terucap dan menjadi impian Umar itu....???

#KepoinSirahnya #BelajarSirah #AmbilPoladariSirahke-empatsahabatimpianumar

Selamat Mencari. .. . 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I/O tugas ORKOM

1.        Jelaskan apa yang dimaksud perangkat Input/Output menurut Anda, dan apa contohnya? Apakah hardisk termasuk perangkat Input/Output? 2.        Mengapa diperlukan suatu modul khusus untuk menghubungkan perangkat Input/Output ke sistem bus? 3.        Terdapat 3 teknik Input/Output, yaitu Programmed, Interrupt driven, dan Direct Memory Access. Beri gambaran perbedaan Programmed dan Interrupt driven I/O, jelaskan kelebihan dan kekurangan kedua teknik tersebut. Mana teknik yang lebih baik (disertai alasan)? Jawab 1.        Perangkat Input/Output adalah kemampuannya untuk mempertukarkan data dengan perangkat lain Perangkat input adalah alat-alat yang berfungsi memasukan data atau perintah kedalam komputer,sedangkan perangkat output adalah digunakan untuk menampilkan data, atau mengeluarkan data-data yang berbentuk informasi ya hardisk termasuk pera...

Planing Ke-4 sudah terjadi!

  Yapz saya perkenalkan ini adalah TPQ UBK (Umar Bin Khatab) tempatnya jalan kaliurang Km 8 15 menitanlah tempuh dari UII tepatnya kost2an Jl Kaliurang 14,5 sungguh ane sangat terkagum dengan cara mengajar (kurikulum)pengajarannya yang ada d UBK oooyaaa ana perkenalkan dlu ya gan siapa saja yang mengajar UBK disini para Pengajar UBK tidak hanya dari Mahsiswa UII ,namun ada yang ada d UNY,UIN. Jumlah pengajar ada 9 dan TPQnya setiap hari selasa,rabu,dan Jumat mulai dari jam 16.00-17.45 disini seperti TPQ BM yang ada d mijen(ulalalala kangen ngajar :(  )sudah perkelas dan terkonsep tapi lebih terkonsep di UBK kelak kalau akk sdh pulang studyku akan ku bangun TPQ BM seperti UBK. disana berbagai pengajaranya ditawarkan seperti ada outbon 3 bulan sekali ,Swimming UBK bahkan ada Mabit sungguh luar biasa kegiatan di UBK ini Sungguh Bersyukur Bisa menjadi Bagian dari TPQ UBK disana :) dan salah satu planing terdekatku terkabul yaitu punya/ bisa punya TPQ tetap...

Resensi : Muslimah Berjihad! Peran Muslimah Dalam Medan Jihad!

Judul : Muslimah Berjihad! Peran Muslimah Dalam Medan Jihad Penulis : Syaikh Yusuf Al- Uyairi, et al Penerbit : media ISLAMIKA ISBN : 978-979-25-9298-6 Ukuran : 134 hlm; 205 cm Presensi: PramudyaZeen Buku ini seoalah menabrak aturan baku muslimah, bahwa muslimah seharusnya menjaga keluarga dan fokus pada pendidikan anak, sehingga tidak keluar rumah, apalagi jihad dengan senjata! Namun sejarah para shahabiyah berkata lain. Tengoklah Ummu Athiyyah Al-Anshriyyah, dalam perkataannya, “ Aku telah ikut berperang bersama Nabi Muhammad SAW dalam tujuh peperangan, aku tertinggal perjalanan bersama mereka. Maka aku buatkan mereka makanan, mengobati yang terluka, dan mengurusi orang yang sakit (HR. Muslim). Adapun Kisah, Ar- Rabi binti Mu’awwid, dia berkata ;” Kami ikut berperang bersama Nabi, memberi minuman dan mengobati yang sakit, jiga membawa yang terbunuh ke Madinah (HR. Bukhari). Lalu bagaimana para shahabiyah tersebut bisa berjihad padahal bunda Aisyah pern...