Langsung ke konten utama

MENGGAPAI RUMAH TANGGA IDEAL ‘ALA NABI SAW






Apa yang terbersit dalam pikiran kita saat mendengar istilah RumahTangga Ideal? Tergambar dengan jelas di pelupuk mata,segudang impian dan harapan indah tentang kehidupan berumah tangga. Mulai dari sosok pasangan yang penuh pengertian, bertanggung jawab, penuh kasih dan sayang, hingga anak-anak yang menyejukkan hati. Rumah tangga yang memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas. Rumah tangga yang setiap anggota keluarganya merasakan aman dan tenang hidup di dalamnya. Anak-anak pun bangga dengan orang tuanya. Semua anggota keluarganya mengikuti irama kehidupan yang sangat dinamis. Sungguh luar biasa…!!!

Pertanyaannya adalah, adakah sosok figure rumah tangga ideal yang dapat diteladani kini? Faktanya tidak semua orang mampu membangun rumah tangga seperti yang tergambar di atas.
Rasulullah saw adalah satu-satunya figure yang dapat diteladani  dalam menjalankan nahkoda kehidupan rumah tangga. Bagaimana harmoni yang beliau bangun dengan para istrinya – meski beliau memiliki istri lebih dari satu - , beliau Saw menunaikan kewajibannya sebagai suami dan memperlakukan para istri dengan lembut, adil dan penuh kasih sayang, tanpa meninggalkan ketegasan tentunya. Beliau tidak pernah lupa hak-hak para istrinya dan tidak pernah mengurangi sedikitpun hak mereka.
Diantara contoh real perlakuan Rasulullah terhadap istrinya adalah, beliau saw pernah menggendong Aisyah ra yang masih belia, saat sekelompok orang Habasyah bermain-main. Jiwa kekanak-kanakkan Aisyah r.a yang masih dalam usia bermain, tetap tersalurkan karena Rasulullah saw tidak pernah menuntutnya dewasa sebelum waktunya. Rasulullah saw juga pernah meletakkan kepalanya di dada istrinya yang sedang haid, lalu beliau membaca Al-Qur’an. Subhanallah beliau sangat mengerti apa yang dibutuhkan setiap istrinya. Beliau pernah membela Shofiyah tatkala Hafshah menghinanya dengan kata-kata: “Engkau adalah anak orang Yahudi” maka beliau bersabda: “Katakan padanya, suamiku Muhammad saw, ayahku Harun as, dan pamanku adalah Musa a.s”,
Coba kita perhatikan, bagaimana Rasulullah saw dapat menyelesaikan masalah rumah tangganya hanya dengan kata-kata sederhana, namun mengandung makna yang sangat dalam, begitulah seterusnya. Peristiwa tersebut sekaligus membuka lebar-lebar mata kita, bahwa rumah tangga ideal bukan berarti tanpa masalah, tetapi bagaimana bisa bijak dalam menyelesaikan masalah dan menjaga komitmen untuk apa kita menikah. Jika tujuan menikah ibadah, maka in sya Allah masalah tidak akan berkepanjangan.
Untuk itu, faktor terbesar dalam berumah tangga yaitu kemampuannya dalam membangun komunikasi dengan seluruh anggota keluarga, menghantarkan pada hubungan yang harmonis, dinamis dan inovatif. Kesahajaan dan kesederhanaan beliau dalam menjalani hidup, sungguh sangat membekas pada kehidupan seluruh anggota keluarganya. Itulah sebabnya kenapa Allah mengangkat beliau sebagai suri tauladan bagi umat pada umumnya.
Dengan bercermin pada pribadi Nabi saw dan mengacu pada rumah tangga yang beliau bangun bersama para istri, terutama dalam hal  kesahajaan dan keharmonisan hubungan, mari kita bangun rumah tangga kita menuju mahligai rumah tangga yang ideal sesuai dengan tutunan Allah dan sunnah nabi-Nya. Allahul Musta’an

Sesibuk apapun tetap harus ada ruang bagi suami untuk istrinya. Kemahiran dalam memanage 

Sebagai suami, Rasulullah saw sangat meninggikan kedudukan para istrinya dan sangat menghormati mereka. Beliau juga sangat mengerti karakter setiap istrinya dan memperlakukan mereka sebagaimana mestinya. Betapapun banyak dan beratnya tanggung jawab yang harus dipikul, beliau Saw tetap menunaikan kewajibannya sebagai suami dan memperlakukan para istri dengan lembut dan penuh kasih sayang, tanpa meninggalkan ketegasan tentunya. Beliau tidak pernah lupa hak-hak para istrinya dan tidak pernah mengurangi sedikitpun hak mereka.

 OLEH SISWATI UMMU AHMAD


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desain Seminar Hijab UII

ya masih amatiran buat pamflet atau sejenisnya bukan amatir yang meningkatkan menjadi bisa tapi usahamu yang mau mencoba untuk melakukannya . ----------->> yah,walaupun desainnya itu simple dan mungkin kurang bagus ,tapi setidaknya sya bisa melakukannya walau butuh berJam2an untuk membuat . . .heheh :p maklum masih belajar ^^ --------->> saya rasa orang orang yang mepunyai seni itu sangat mengasyikan dan memiliki keindahan sendiri dengan cara mereka mengepresiasikannya, saya mengagumi orang orang yang punya seni misalnya saja FBS atau Arsitektur... ehh, ni bagiku orang yang doyan dengan hal hal yang baru. . .

I/O tugas ORKOM

1.        Jelaskan apa yang dimaksud perangkat Input/Output menurut Anda, dan apa contohnya? Apakah hardisk termasuk perangkat Input/Output? 2.        Mengapa diperlukan suatu modul khusus untuk menghubungkan perangkat Input/Output ke sistem bus? 3.        Terdapat 3 teknik Input/Output, yaitu Programmed, Interrupt driven, dan Direct Memory Access. Beri gambaran perbedaan Programmed dan Interrupt driven I/O, jelaskan kelebihan dan kekurangan kedua teknik tersebut. Mana teknik yang lebih baik (disertai alasan)? Jawab 1.        Perangkat Input/Output adalah kemampuannya untuk mempertukarkan data dengan perangkat lain Perangkat input adalah alat-alat yang berfungsi memasukan data atau perintah kedalam komputer,sedangkan perangkat output adalah digunakan untuk menampilkan data, atau mengeluarkan data-data yang berbentuk informasi ya hardisk termasuk pera...

Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?

*Saat hujan Berteriaklah di depan air terjun tinggi, berdebam suaranya memekakkan telinga agar tidak ada yang tahu kau sedang berteriak Berlarilah di tengah padang ilalang tinggi, pucuk2nya lebih tinggi dari kepala agar tidak ada yang tahu kau sedang berlari Termenunglah di tengah senyapnya pagi, yang kicau burung pun hilang entah kemana agar tidak ada yang tahu kau sedang termangu Dan, menangislah saat hujan, ketika air membasuh wajah agar tidak ada yang tahu kau sedang menangis, Kawan Perasaan adalah perasaan, Tidak kita bagikan dia tetap perasaan Tidak kita sampaikan, ceritakan, dia tetap perasaan Tidak berkurang satu helai pun nilainya Tidak hilang satu daun pun dari tangkainya Perasaan adalah perasaan, Hidup bersamanya bukan kemalangan, Hei, bukankah dia memberikan kesadaran betapa indahnya dunia ini? Hanya orang2 terbaiklah yang akan menerima kabar baik Hanya orang2 bersabarlah yang akan menerima hadiah indah Maka nasehat lama itu benar sekali, Menangislah...