Langsung ke konten utama

Postingan

Terasing atau Elitis?

Menjadi terasing adalah sebuah karunia. Sebangsa rizki yang Allah berikan kepada hamba pilihan. Terasing dari segela bentuk segala hiruk pikik dunia yang melalaikan. Terasing dengan bersikap tegas saat orang tak memiliki nyali untuk menawarkan jalan hidupnya. Terasing dengan ideologi, pemikiran, perilaku dan kultur yang merusak islam. Tepat 1431 tahun yang lalu, Rasulullah mengajarkan bagaimana menghargai sebuah keyakinan. Keyakinan yang harus dibayar dengan meninggalkan tumpah darah dan bahkan Nyawa.Hijrah merupakan tuntutan yang paling inti dari tauhid seseorang. Tapi ' Terasing' bukanlah mengasingkan diri. Juga bukan asal 'beda'. Ada proses hukum dialog yang menyertainya. Ada mukaddimah dan hukum sebab akibatnya. Bahwa jika pada akhirnya seseorang harus terasing atau bahkan uzlah (mengasingkan diri) itu adalah jalan darurat ketika ikhtiar telah ditempuh. Menurut Dr. Salman Audah memberi sub judul serial ghuraba-nya dengan min wasaili daf'il ghuraba (sar...

Nasehat:- Terlalu Banyak Paradoks Dalam Hidup

Apa kata Om Liem dulu tentangku, "Aku keliru.Kau ternyata selama ini sebenarnya sedang membenci dirimu sendiri, Thomas. Kau  sebenarnya tidak membenci orang tua itu. Kau tidak membenci sistem dunia yang rusak. Ya. Justru kamu membenci diri sendiri. Semua yang ada di kepalamu berubah menjadi paradoks. Seorang anak muda yang kaya, pintar, memiliki akses besar, dikelilingi orang-orang terbaik, penuh dengan kesedihan hidup ternyata setiap hari berusaha melawan dirinya sendiri. Dia membenci dirinya sendiri. Kenapa? Karena merasa tdk bisa melakukan apapun untuk mengubah banyak hal. Hanya bisa menonton, menangis, tidak bisa melakukan apapun. Lantas saat  tumbuh dewasa, justru tertawa tidak peduli dia atas kehidupan yang semakin rusak, juga tidak bisa melakukan apapun. Bukankah demikian, Thomas? Om Liem boleh jadi benar. Terlalu banyak paradoks dalam hidupku

Ring C, Pola Operasi Intelijen Barat di Indonesia

  Beberapa tahun lalu, sebuah tabloid yang mengkhususkan diri dalam liputan soal intelijen yang memuat pola operasi intelijen Barat di Indonesia. Pola yang diungkap terutama Central Intelligence Agency alias CIA milik Barat. Konon ada tiga lapis pola operasi intelijen. Lapis pertama, Ring A, berisi para agen yang berkedok sebagai diplomat dan staf resmi Kedubes AS di Jakarta serta beberapa konsulat jenderal di daerah. Intel yang termasuk dalam kategori Ring A ini jelas warga Amerika. Mereka agen yang di rekrut dan di latih. Kelas mereka tak sekedar agen, kebanyakan memiliki kapasitas pengendali agen atau biasa disebut agen handler. Tugas mereka terutama merekrut dan   mengendalikan agen dan aset di wilayah kerjanya. Tak heran jika mereka mengundang makan dan kongkow para pemimpin redaksi nasional, itu bagian dari tugas mereka menggalangi dukungan bagi Washington. Lapisan Kedua, Ring B yang berisi agen atau aset yang berkedok sebagai pebisnis, birokrat, atau aka...

Impian Umar bin Khattab : Akan Di Isi Apa Rumahnya?

Impian Umar Jika anda melihat ada rumah kosong, kemudian anda diminta untuk bermimpi, apa impian anda tentang rumah itu. Silakan jawab....................................... Dan.. bandingkan dengan majlis mimpi Khalifah Umar bin Khattab suatu hari tentang sebuah rumah. "Bermimpilah kalian..."Umar membuka majlis untuk orang-orang yang ada di sekelilingnya. Ada yg berkata: "Saya bermimpi rumah ini dipenuhi uang Dirham dan saya infakkan fi sabilillah." Yang lain berkata: "Saya bermimpi rumah ini dipenuhi emas, kemudian aku infakkan fi sabilillah." Umar: "Bermimpilah...!" Ada lagi yg berkata: "Saya bermimpi rumah ini dipenuhi mutiara, zabarjad dan perhiasan, kemudian aku infakkan fi sabilillah dan aku sedekahkan." Kemudian mereka berkata: "Kami tidak tahu bagaimana kami harus bermimpi wahai amirul mu'minin?" Umar kemudian menyampaikan mimpinya: "Adapun saya bermimpi rumah ini dipenuhi para kau...

Bangkitlah Wahai Muslimah, Musuhmu Mengincarmu!

Asma’ Binti Yazid bin As Sakan. Seorang wanita Anshar yang pemberani, teguh pendirian, ahli hadits, mujahidah dan orator ulung. Termasuk wanita yang berbai’at pada tahun pertama hijriyah. Suatu ketka ia di utus oleh wanita untuk bertanya kepada Rasulullah. Maka ia datang pada Rasulullah dan berkata,” Wahai Rasulullah, aku adalah utusan dari sekelompok wanita kepadamu. Apa yang   akan kutanyakan sama dengan pertanyaan mereka dan pendapat mereka samadengan pendapatku. Sesungguhnya Allah telah mengutusmu kepada seluruh kaum laki-laki dan kaum wanita, maka kami beriman dan mengikutimu. Akan tetapi, kami kaum wanita terbatas geraknya. Kami hanyalah sebagai tiang penyangga rumah tangga, tempat penyaluran syahwat laki-laki dan yang mengandung anak-anak mereka. Sedangkan kaum laki-laki memperoleh keutamaan dengan diperintahkannya melakukan shalat berjama’ah, mengantarkan jenazah, dan berjihad dimedan perang. Jika kaum laki-laki keluar untuk berperang, kamilah yang menjaga harta-hart...

Resensi : Muslimah Berjihad! Peran Muslimah Dalam Medan Jihad!

Judul : Muslimah Berjihad! Peran Muslimah Dalam Medan Jihad Penulis : Syaikh Yusuf Al- Uyairi, et al Penerbit : media ISLAMIKA ISBN : 978-979-25-9298-6 Ukuran : 134 hlm; 205 cm Presensi: PramudyaZeen Buku ini seoalah menabrak aturan baku muslimah, bahwa muslimah seharusnya menjaga keluarga dan fokus pada pendidikan anak, sehingga tidak keluar rumah, apalagi jihad dengan senjata! Namun sejarah para shahabiyah berkata lain. Tengoklah Ummu Athiyyah Al-Anshriyyah, dalam perkataannya, “ Aku telah ikut berperang bersama Nabi Muhammad SAW dalam tujuh peperangan, aku tertinggal perjalanan bersama mereka. Maka aku buatkan mereka makanan, mengobati yang terluka, dan mengurusi orang yang sakit (HR. Muslim). Adapun Kisah, Ar- Rabi binti Mu’awwid, dia berkata ;” Kami ikut berperang bersama Nabi, memberi minuman dan mengobati yang sakit, jiga membawa yang terbunuh ke Madinah (HR. Bukhari). Lalu bagaimana para shahabiyah tersebut bisa berjihad padahal bunda Aisyah pern...

Hardiknas : Krisis Keteladanan Pendidikan Di Indonesiaku

 Sontak kaget dapat gambar-gambar yang beredaran di media sosial. Hardiknas yang mana diperingati hari pendidikan nasional dengan Nobar bersama masyarakat film Dilan dan Yo Wes Ben. Untukmu para cendikiawan konseptor pendidik elite, Inikah yang kalian berikan untuk ceremony hardiknas 2018? Atas dasar tujuan apakah ceremony hardiknas nobar 2 film tersebut? Sengajakah merusak generasi muda negeri ini? Apakah 2 film ini  yang kalian harapkan untuk kiblat keteladanan generasi muda ini ? aah, sudahlah, . . kalian tak habis-habisnya membuat gaduh dunia pendidikan di negeriku ini inikah caranya kalian mengkonsep pendidikan yang kalian kobar-kobarkan ? Masuk pagi pulang sore bahkan hampir magrib . . Gonta ganti kurikulum . . . murid-muridmu kau jadikan kelinci percobaanmu . . . Dan, Tiba-tiba kau membuat ceremony hardiknas dengan menonton film dilan dan yo wes ben? aaahhh, Kau sendirilah yang meruntuhkan pertahanan yang kalian gadang-gadangkan, membuat pelajar bel...